PENDIDIKAN KARAKTER

PEMATERI

DRA. EPON SUMIATI
GURU BP/BK SMA NEGERI 1 CIMALAKA


  1. BACA URAIAN DENGAN BAIK
  2. ISI DAFTAR HADIR DAN KERJAKAN TUGAS PADA LINK DI BAWAH

PENDIDIKAN KARAKTER

Pengertian

Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang  terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai   landasan   untuk   cara   pandang,   berpikir,   bersikap,   dan   bertindak

Pendidikan Karakter adalah suatu usaha manusia secara sadar dan terencana untuk mendidik dan memberdayakan potensi peserta didik guna membangun karakter pribadinya sehingga dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya.

Menurut T. Ramli, Pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengedepankan esensi dan makna terhadap moral, dan akhlak sehingga hal tersebut akan mampu membentuk pribadi peserta didik yang baik.

Ciri Dasar Pendidikan Karakter

Foerster dan Majid (2010) menyebutkan, paling tidak empat dasar pendidikan karakter, yaitu:

  1. Keteraturan interior dimana setiap tindakan diukur berdasarkan hirarki nilai. Maka nilai menjadi pedoman yang bersikat normative dalam setiap tindakan.
  2. Koherensi yang memberi keberanian membuat seseorang teguh ada prinsip, dan tidak terombang-ambing pada situasi baru atau takut resiko.
  3. Otonomi. disana seseorang menginternalisasikan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi pribadi.
  4. Keteguhan dan kesetian. Keteguhan merupakan daya tahan seseorang guna menginginkan apapun yang dipandang baik. Dan kesetiaan merupakan dasar bagi penghormatan atas komitmen yang dipilih.

Nilai-Nilai Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter bukan hanya sekadar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah. Lebih dari itu, pendidikan karakter ialah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik “habituation” sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya. Nilai-nilai yang terkadung dalam pendidikan karakter, antara lain sebagai berikut:

·         Agama

Masyarakat Indonesia ialah masyarakat beragam. Oleh karena itu, kehidupan individu, masyarakat dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaannya. Secara politis, kehidupan kenegaraan pun didasari pada nilai-nilai yang berasal dari agama. Atas dasar pertimbangan itu, maka nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa harus didasarkan pada nilai-nilai dan kaidah yang berasal dari agama.

 

·         Pancasila

Negara kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atas prinsip-prinsip kehidpan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila. Artinya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik, hukum, ekonomi, kemasyarakatan, budaya dan seni.

·         Budaya

Nilai-nilai budaya dijadikan dasar dalam pemberian makna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antar anggota masyarakat. Posisi budaya yang demikian penting dalam kehidupan masyarakat mengharuskan budaya menjadi sumber nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat dibuat tabel sebagai berikut :

No

Nilai

Deskripsi

1

Religius

Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama  yang dianutnya.

2

Jujur

Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

3

Toleransi

Sikap dan  tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

4

Disiplin

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

5

Kreja keras

Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

6

Kreatif

Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

7

Mandiri

Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

8

Demokratis

Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama  hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

9

Rasa ingin tahu

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

10

Semangat kebangsaan

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.  

11

Cinta tanah air

Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedu-lian, dan penghargaan  yang tinggi terhadap bahasa,  lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.

12

Menghargai prestasi

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

13

Bersahabat/ komunikatif

Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.

14

Cinta damai

Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.

15

Gemar membaca

Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

16

Peduli lingkungan

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. 

17

Peduli sosial

Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

18

Tanggung jawab

Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

 

·         Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan pendidikan nasional memuat berbagai nilai kemanusian yang harus dimiliki warga negara Indonesia. Oleh karena itu, tujuan pendidikan nasional ialah sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.

Tujuan Pendidikan Karakter

Menurut Said Hamid H., dkk (2010), tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah sebagai berikut.

  1. Mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warga negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.
  2. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius.
  3. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.
  4. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, dan berwawasan kebangsaan.
  5. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity).

Sofan Amri, dkk.(2011) mengungkapkan bahwa pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan.Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik juga mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nlai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.

Menurut Kemendiknas (2010), pendidikan karakter dilakukan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional, yaitu untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan karakter adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berakhlak mulia dan mampu menggunakan, mengkaji, dan menginternalisasi pengetahuannya dalam perilaku sehari-hari.

 

Fungsi Pendidikan Karakter

Fungsi pendidikan karakter berdasarkan Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter “2011′ yaitu sebagai berikut:

·       Membangun kehidupan kebangsaan yang multikultural.

  • Membangun peradaban bangsa yang cerdas, berbudaya luhur dan mampu berkontribusi terhadap pengembangan kehidupan umat manusia, mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik dan berperilaku baik serta keteladanan baik.
  • Membangun sikap warganegara yang cinta damai, kreatif, mandiri dan mampu hidup berdampingan dengan bangsa lain dalam suatu harmoni.

Prinsip Pendidikan Karakter

Menurut Character Education Partnership(2010),11 prinsip pendidikan karakter adalah sebagai berikut.

  1. Komunitas sekolah mempromosikan nilai-nilai etika dan kinerja inti sebagai landasan karakter yang baik.
  2. Sekolah mendefinisikan karakter secara komprehensif mencakup pikiran, perasaan, dan tindakan.
  3. Sekolah menggunakan pendekatan yang komprehensif, disengaja, dan proaktif untuk pengembangan karakter.
  4. Sekolah menciptakan komunitas yang peduli.
  5. Sekolah memberikan siswa kesempatan untuk melakukan perbuatan bermoral.
  6. Sekolah menawarkan kurikulum akademik yang bermakna dan menantang yang menghormati semua peserta didik, mengembangkan karakter mereka, dan membantu mereka dalam mencapai keberhasilan.
  7. Sekolah mendorong motivasi diri siswa.
  8. Staf sekolah adalah komunitas belajar etis yang berbagi tanggung jawab atas pendidikan karakter dan mematuhi nilai-nilai inti yang sama yang membimbing siswa.
  9. Sekolah menumbuhkan kepemimpinan bersama dan dukungan jangka panjang dari inisiatif pendidikan karakter.
  10. Sekolah melibatkan keluarga dan anggota masyarakat sebagai mitra dalam upaya pembangunan karakter.
  11. Sekolah secara teratur menilai iklim dan budaya, fungsi staf sebagai karakter pendidik, dan sejauh mana siswa memanifestasikan karakter yang baik.

Pentingnya Pendidikan Karakter:

Pendidikan karakter sangat penting karena Proses Globalisasi secara terus menerus akan berdampak pada perubahan karakter masyarakat Indonesia. Kurangnya pendidikan karakter akan menimbulkan krisis  moral yang berakibat pada perilaku negative di masyarakat, misalnya pergaulan bebas, penyalah gunaan obat-obat terlarang,pencurian, kekerasan terhadap anak dsb.

Menurut Thomas Lickona ada tujuh alas an mengapa pendidikan  Karakter harus diberikan sejak dini:

-Agar peserta didik memiliki kepribadian dan karakter yang baik dalam hidupnya

-Dapat membantu meningkatkan potensi akademik peserta didik.

-Untuk membentuk karakter yang kuat pada peserta didik.

-Untuk mengatasi akar moral-sosial seperti ketidak jujuran, ketidak sopanan, kekerasan, etos kerja rendah dll.

-Untuk membantu  perilaku individu sebelum masuk dunia kerja.

-Untuk mengajarkan nilai –nilai budaya yang merupakan bagian dari kerja suatu peradaban.

 

 ISILAH DAFTAR HADIR DAN TUGAS PADA LINK INI

 

Demikian uraian mengenai Pendidikan Karakter, semoga bermanfaat

Terimakasih.


Comments